Artikel tentang Gempa Bumi

Post bei Andi Adha at 4/26/2012 07:43:00 PM
Annyeonghi achim chingu~yaaaa ^^
dah pagi langsung nge-posting sebuah artikel ..
hehhe ,, maklum wi-fi~an di kampus . kali ini saya maw ngepost artikel tentang GEMPA BUMI yang terjadi di INDONESIA .
ini sich sebenarnya tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
yang ngebawain materi ini <3 Kak Asri , kebetulan baru lulus tahun ini . dya assdos Loh ..
assdos Gaul dan berwibawa meskipun sedikit ribet ngasih tugas tiap minggunya. hehehe ^^peace .

langsung aja read this article =>


Berita nasional yang marak terjadi di negeri ini adalah adanya bencana alam seperti gempa bumi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ini terjadi setiap tahunnya. Membahas masalah seperti ini tentunya tidak luput dari kesadaran masing-masing diri pribadi warga negara Republik Indonesia. Mengapa? Karena gempa bumi tidak akan terjadi begitu saja tanpa campur tangan dari manusia jugas seperti yang terjadi di TPS (Tempat Pemungutan Sampah) di daerah Jakarta. Itu terjadi karena para warga di sekitarnya hanya membuang sampah tanpa membakar dan memisahkan antara sampah organik dan sampah non-organik.
Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi juga samudra yang luas, namun dibalik karunia tersebut terdapat pula sisi yang tak menguntungkan. Indonesia termasuk dalam negara yang sering dilanda gempa bumi. Akhir-akhir ini pun masih saja terdapat gempa bumi kecil maupun besar. Contohnya saja di Aceh yang baru baru ini terjadi , sekitar 5,5 skala Richter pada hari Senin 5 Maret 2012. Gempa ini terjadi selama tiga kali yang mengguncang daerah tenggara Kabupaten Aceh Tengah.
Disaat yang bersamaan terjadi pula terjadi guncangan gempa bumi di daerah tenggara Seluma Bengkulu dan tenggara Pulau Morotai Maluku Utara. Gempa bumi  pertama berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Bengkulu sekira pukul 06.17 WIB. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kepahiang Dadang P menjelaskan, gempa 5,5 SR itu berlokasi di 4.43 Lintang Selatan dan 102.57 Bujur Timur. Pusat gempa sekitar 46 kilometer tenggara Seluma, Bengkulu. Kedalaman gempa sekitar 15 kilometer. Khusus untuk Bengkulu getaran gempa itu cukup kuat dan warga berhamburan ke luar kantor dan rumah penduduk.
Gempa kedua 5,5 SR  terjadi pada siang pukul 13.55 WIB. Pusat gempa 4,19 LU-97,10 BT (31 km tenggara kabupaten Aceh Tengah) di kedalaman 10 km. Sedangkan gempa ketiga terjadi pada pukul 15.12 WIB. Ada pun pusat gempa di 1.93 Lintang Utara dan 128.59 Bujur Timur. Lokasi itu berada 49 kilometer tenggara Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 10 km. Namun, sampai saat ini tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
Meski tidak menimbulkan bahaya tsunami, BNPB meminta masyarakat senantiasa waspada mengingat posisi geografis Indonesia berada di daerah rawan bencana. Secara umum gempa dirasakan lemah oleh masyarakat setempat. Terkadang gempa bumi yang setiap tahunnya terjadi di negeri tercinta kita ini sering menimbulkan keresahan warga yang mencoba meninggalkan daerahnya sendiri. Padahal gempa yang terjadi hanyalah sebatas guncangan kecil jauh dari titik pusatnya.
Saya pernah membaca sebuah artikel di situs jejaring sosial yang mengungkapkan bahwa dari tahun 1797 hingga tahun 2009 sering terjadi gempa bumi besar atau dahsyat di Indonesia . Gempa ini setidaknya memakan korban yang berjumlah ratusan bahkan ribuan orang.
Berikut ini rangkaian peristiwa tersebut :
Gempa bumi di Sumatera pada tahun 1797 yang berskala 4.8 SR adalah yang pertama dalam serangkaian gempa bumi besar yang pecah bagian dari segmen Sumatra dari megathrust Sunda. Hal ini menyebabkan tsunami yang sangat merusak di dekat Padang, di mana sebuah kapal Inggris 150-200 ton didorong 1 Km hingga ke pedalaman sungai Arau. Yang kedua terjadi di Sumatra pada tanggal 25 November 1833, sekitar pukul 22:00 waktu setempat, dengan kekuatan gempa diperkirakan 8,8-9,2 SR. Hal ini menyebabkan tsunami besar yang membanjiri pantai barat daya pulau, dan info mengenai korban jiwa kurang akurat.
Berikutnya terjadi di wilayah Laut Banda pada tanggal 1 Februari 1938, dan merupakan gempa bumi terbesar ke-9 pada abad ke-20. Kekuatan gempa bumi ini adalah 8.5 Skala Richter, dan menyebabkan tsunami setinggi 1.5 meter, tetapi tidak ada korban jiwa. Yang keempat di Sumatra pada tanggal 16 Februari 1861. Itu adalah yang terakhir dalam urutan gempa bumi yang berdekatan pecah bagian dari segmen Sumatra dari megathrust Sunda. Hal ini menyebabkan bencana tsunami yang menyebabkan beberapa ribu kematian.
Selanjutnya terjadi pada tahun 2005 hingga 2009, masih di Sumatra bagian Barat yang berkekuatan 7,6 hingga 8,7 Skala Richter. Pusat gempanya berada di 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia. Getarannya terasa hingga Bangkok, Thailand, sekitar 1.000 km jauhnya. Dengan kekuatan sebesar 8,7 SR, gempa ini merupakan gempa bumi terbesar kedua di dunia sejak tahun 1964. Pada 4 Januari 2009 ,gempa ini menewaskan sedikitnya 4 orang dan ratusan lainnya luka-luka akibat dampak guncangan. Sedangkan pada 30 September 2009, gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang, telah menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Menurut data Satkorlak PB, sekitar1.117 orang tewas akibat gempa ini.
Gempa bumi Jawa pada17 Juli 2006 berkekuatan 7.7 skala Richter di lepas pantai Jawa Barat, Indonesia. Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 2 meter yang menghancurkan rumah di pesisir selatan Jawa, membunuh setidaknya 659 jiwa. Selanjutnya gempa yang terjadi di Bengkulu memiliki kekuatan 8.4 Mw atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Masih jelas terngiang di ingatan kita gempa bumi terdahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh. Sebanyak 230.000 orang tewas di 8 negara. Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 30 meter.
Gempa bumi bersifat tiba-tiba dan tidak memberikan tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi. Tatanan geologi wilayah Indonesia yang kompleks menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bahaya gempa sangat tinggi. Untuk itu, kesiapsiagaan adalah keniscayaan. Bencana terjadi saat kita tidak siap.

0 comment:

Poskan Komentar

Artikel tentang Gempa Bumi

Annyeonghi achim chingu~yaaaa ^^
dah pagi langsung nge-posting sebuah artikel ..
hehhe ,, maklum wi-fi~an di kampus . kali ini saya maw ngepost artikel tentang GEMPA BUMI yang terjadi di INDONESIA .
ini sich sebenarnya tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
yang ngebawain materi ini <3 Kak Asri , kebetulan baru lulus tahun ini . dya assdos Loh ..
assdos Gaul dan berwibawa meskipun sedikit ribet ngasih tugas tiap minggunya. hehehe ^^peace .

langsung aja read this article =>


Berita nasional yang marak terjadi di negeri ini adalah adanya bencana alam seperti gempa bumi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ini terjadi setiap tahunnya. Membahas masalah seperti ini tentunya tidak luput dari kesadaran masing-masing diri pribadi warga negara Republik Indonesia. Mengapa? Karena gempa bumi tidak akan terjadi begitu saja tanpa campur tangan dari manusia jugas seperti yang terjadi di TPS (Tempat Pemungutan Sampah) di daerah Jakarta. Itu terjadi karena para warga di sekitarnya hanya membuang sampah tanpa membakar dan memisahkan antara sampah organik dan sampah non-organik.
Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi juga samudra yang luas, namun dibalik karunia tersebut terdapat pula sisi yang tak menguntungkan. Indonesia termasuk dalam negara yang sering dilanda gempa bumi. Akhir-akhir ini pun masih saja terdapat gempa bumi kecil maupun besar. Contohnya saja di Aceh yang baru baru ini terjadi , sekitar 5,5 skala Richter pada hari Senin 5 Maret 2012. Gempa ini terjadi selama tiga kali yang mengguncang daerah tenggara Kabupaten Aceh Tengah.
Disaat yang bersamaan terjadi pula terjadi guncangan gempa bumi di daerah tenggara Seluma Bengkulu dan tenggara Pulau Morotai Maluku Utara. Gempa bumi  pertama berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Bengkulu sekira pukul 06.17 WIB. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kepahiang Dadang P menjelaskan, gempa 5,5 SR itu berlokasi di 4.43 Lintang Selatan dan 102.57 Bujur Timur. Pusat gempa sekitar 46 kilometer tenggara Seluma, Bengkulu. Kedalaman gempa sekitar 15 kilometer. Khusus untuk Bengkulu getaran gempa itu cukup kuat dan warga berhamburan ke luar kantor dan rumah penduduk.
Gempa kedua 5,5 SR  terjadi pada siang pukul 13.55 WIB. Pusat gempa 4,19 LU-97,10 BT (31 km tenggara kabupaten Aceh Tengah) di kedalaman 10 km. Sedangkan gempa ketiga terjadi pada pukul 15.12 WIB. Ada pun pusat gempa di 1.93 Lintang Utara dan 128.59 Bujur Timur. Lokasi itu berada 49 kilometer tenggara Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 10 km. Namun, sampai saat ini tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
Meski tidak menimbulkan bahaya tsunami, BNPB meminta masyarakat senantiasa waspada mengingat posisi geografis Indonesia berada di daerah rawan bencana. Secara umum gempa dirasakan lemah oleh masyarakat setempat. Terkadang gempa bumi yang setiap tahunnya terjadi di negeri tercinta kita ini sering menimbulkan keresahan warga yang mencoba meninggalkan daerahnya sendiri. Padahal gempa yang terjadi hanyalah sebatas guncangan kecil jauh dari titik pusatnya.
Saya pernah membaca sebuah artikel di situs jejaring sosial yang mengungkapkan bahwa dari tahun 1797 hingga tahun 2009 sering terjadi gempa bumi besar atau dahsyat di Indonesia . Gempa ini setidaknya memakan korban yang berjumlah ratusan bahkan ribuan orang.
Berikut ini rangkaian peristiwa tersebut :
Gempa bumi di Sumatera pada tahun 1797 yang berskala 4.8 SR adalah yang pertama dalam serangkaian gempa bumi besar yang pecah bagian dari segmen Sumatra dari megathrust Sunda. Hal ini menyebabkan tsunami yang sangat merusak di dekat Padang, di mana sebuah kapal Inggris 150-200 ton didorong 1 Km hingga ke pedalaman sungai Arau. Yang kedua terjadi di Sumatra pada tanggal 25 November 1833, sekitar pukul 22:00 waktu setempat, dengan kekuatan gempa diperkirakan 8,8-9,2 SR. Hal ini menyebabkan tsunami besar yang membanjiri pantai barat daya pulau, dan info mengenai korban jiwa kurang akurat.
Berikutnya terjadi di wilayah Laut Banda pada tanggal 1 Februari 1938, dan merupakan gempa bumi terbesar ke-9 pada abad ke-20. Kekuatan gempa bumi ini adalah 8.5 Skala Richter, dan menyebabkan tsunami setinggi 1.5 meter, tetapi tidak ada korban jiwa. Yang keempat di Sumatra pada tanggal 16 Februari 1861. Itu adalah yang terakhir dalam urutan gempa bumi yang berdekatan pecah bagian dari segmen Sumatra dari megathrust Sunda. Hal ini menyebabkan bencana tsunami yang menyebabkan beberapa ribu kematian.
Selanjutnya terjadi pada tahun 2005 hingga 2009, masih di Sumatra bagian Barat yang berkekuatan 7,6 hingga 8,7 Skala Richter. Pusat gempanya berada di 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia. Getarannya terasa hingga Bangkok, Thailand, sekitar 1.000 km jauhnya. Dengan kekuatan sebesar 8,7 SR, gempa ini merupakan gempa bumi terbesar kedua di dunia sejak tahun 1964. Pada 4 Januari 2009 ,gempa ini menewaskan sedikitnya 4 orang dan ratusan lainnya luka-luka akibat dampak guncangan. Sedangkan pada 30 September 2009, gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang, telah menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Menurut data Satkorlak PB, sekitar1.117 orang tewas akibat gempa ini.
Gempa bumi Jawa pada17 Juli 2006 berkekuatan 7.7 skala Richter di lepas pantai Jawa Barat, Indonesia. Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 2 meter yang menghancurkan rumah di pesisir selatan Jawa, membunuh setidaknya 659 jiwa. Selanjutnya gempa yang terjadi di Bengkulu memiliki kekuatan 8.4 Mw atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Masih jelas terngiang di ingatan kita gempa bumi terdahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh. Sebanyak 230.000 orang tewas di 8 negara. Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 30 meter.
Gempa bumi bersifat tiba-tiba dan tidak memberikan tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi. Tatanan geologi wilayah Indonesia yang kompleks menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bahaya gempa sangat tinggi. Untuk itu, kesiapsiagaan adalah keniscayaan. Bencana terjadi saat kita tidak siap.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Prinzessin Dindha Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review